Tampilkan postingan dengan label kamu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 September 2018

Tangan Kreatif Desa

Bismillahirrahmanirrahiim

Ya Allah masuk minggu terakhir di kelas materikulasi Institut Ibu Profesional. Saya gak tau akan lulus apa tidak. Semoga saja bisa lulus dan ilmu menjadi jauuuuuhhh lebih berkurang.
Dari NHW1 sampai 9 ini saya merasakan beberapa hal menjadi lebih baik, terutama di rutinitas saya. Alhamdulillah. Karena mungkin malu dengan lembar yang sudah dibuat sendiri.
Di NHW 9 ini persis sekali seperti apa yang sebenarnya saya ingin lakukan, tapi saya tidak tau harus bagaimana memulainya. Karena masih banyak persiapan yang harus saya miliki untuk bisa memulai dan menjadi pengaruh untuk lebih baik.

Minggu, 23 September 2018

Ini Mimpi Saya

Bismillahirahmanirrahiim

Masuk pekan delapan pembelajaran, sepertinya ada rasa-rasa yang susah dijabarkan. Ditambah kemarin ada kopdar regional Banten dan gak bisa ikut. Sedih. Semoga kopdar selanjutnya bisa join Ya..

Senin, 17 September 2018

Talent Mapping

Photo from here
Bismillahirrahmanirrahiim

Yap! Masuk ke pekan tujuh pembelajaran nih. Berkaitan dengan nice homework pekan tujuh, saya mau coba sharing tentang talent mapping. Sekedar yang saya tahu saja yaa, temen-temen bisa baca dan mengulas lebih jauh di berbagai sumber.

Minggu, 09 September 2018

Time Framing

Photo from here
Bismillahirrahmanirrahiim

Masuk ke tugas selanjutnya yang lebih menantang dan aplikatif, yaitu tentang bagaimana kita bisa menerapkan dan mencoba diaiplin dengan apa yang sudah dipelajari sampai materi 6. Walau saya masih harus banyak belajar untuk disiplin, paling engga framing waktu untuk bisa disiplin bisa pelan-pelan dipelajari. Yap! Framing waktu yang saya maksud adalah penentuan prioritas. Mana yang harus benar-benar dilakukan, mana yang bisa ditunda dulu pengerjaannya atau bahkan tidak dilakukan lagi karena nilai kebermanfatannya.

Minggu, 02 September 2018

Learning How To Learn

Photo from here
Bismillahirrahmanirrahiim

Pembelajaran, materi, Star of The Day, semua hal di perkuliahan semakin luar biasa. Semakin kecil rasanya diri ini akan ilmu-ilmu tentang kehidupan setelah menikah, atau bahkan apa yang harus dipersiapkan sebelum menikah.
Materi terakhir tentang bagaimana kita mengaplikasikan semua ilmu dan mulai melangkah untuk mencari tahu cara ternyaman kita untuk belajar yang pada akhirnya akan diaplikasikan untuk lingkungan sekitar dan pada keluarga kita.

Senin, 27 Agustus 2018

Pengingat Diri

Photo from here

Bismillahirahmanirrahiim..

Subhanallah minggu ini benar-benar payah sekali untuk mengatur waktu. Padahal saya belum ada urusan yang jauh lebih prioritas selain diri sendiri, bagaimana kalau sudah menjadi ibu ya. Mengingat kemarin adalah penutup minggu paling menyedihkan dibalik rencana awal saya untuk memenuhi undangan sabahat di Semarang. Disisi lain, sahabat saya sejak 11 tahun lalu sudah tidak akan lagi berkumpul ditengah-tengah kami. Sahabat yang luar biasa ceria, sahabat yang luar biasa pengertian dan sabar dengan segala hal yang menimpanya. Bahkan ketika tumor itu menggerogoti rahimnya, dan menekan ginjalnya, ia tetap diam. Saya yakin, dia hanya tidak ingin sabahatnya khawatir. Mega Fridayanti, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, menerima segala amal ibadahnya. Aamiin..

Minggu, 19 Agustus 2018

Apa Peran Saya?

Photo from here
Bismillahirrahmanirrahiim

Sebelumnya saya sudah pernah membahas keikutsertaan saya dalam kelas materikulasi Institut Ibu Profesional bukan? Nah, semakin banyak waktu berlalu, semakin dalam materi yang dibahas. Semakin saya sadar bahwa saya memang tidak ada apa-apanya dalam persiapan menuju peran baru yang tinggal di depan mata ini.

Untukmu Calon Imamku

Photo from here
Bismillahirahmanirrahiim

Sayang,
Tidak terasa ya waktu yang sudah dituliskan untuk berdua sudah tinggal menghitung hari. Penantian panjang ini sudah tinggal di depan mata. Kamu dan aku yang tidak mengerti mulanya bagaimana begitu pula dengan akhirnya. Kita sama sama berjalan beriringan satu tujuan meski dalam ruang yang berbeda. Silih mengucap doa untuk kebaikan kita, keluarga kita.

Kamis, 16 Agustus 2018

Transformasi Menulis

Photo from here

Bismillahirrahmanirrahiim

Setelah saya iseng-iseng baca random tulisan saya jaman 2011-2012, itu kok ya ampuuunn. Unfaedah. Hhaha

Saya baru sadar akan satu hal yang ada dalam diri saya setelah mencermati apa yang saya tulis, apa yang saya sampaikan, dan apa yang saya pikirkan saat itu. Ternyata saya banyak berubah! Hahaa

Minggu, 12 Agustus 2018

Rencana Berjangka


Photo from here

Bismillahirahmanirrahiim,
Seperti bahasan sebelumnya, saya memilih untuk bisa menjalankan perkuliahan dengan jurusan manajemen diri. Yang didalamnya termasuk manajemen takwa dan hati. Tapi setelah ada pembahasan lanjutan, saya baru sadar ternyata jurusan yang saya pilih untuk menjadi ibu profesional ini terlalu luas hehe
Dengan begitu saya coba kerucutkan action plannya dalam menjalani jurusan di perkuliahan kehidupan ini. Berdasarkan arahannya, setiap action plan yang disusun harus spesifik berdasarkan perannya, yaitu individu, istri dan ibu.

Senin, 06 Agustus 2018

Manajemen Diri

Photo from here

Bismillahirrahmanirrahiim

Alhamdulillah karena join di komunitas baru, jadi ada alasan buat aktif lagi di blog setelah berjuta juta purnama. Sebenernya sederhana sih kenapa dulu bisa aktif di blog, karena punya cerita dan kemauan. Sekarang banyak cerita tapi gak ada kemauan, yaudah deh sarang laba-laba dimana-mana. Eh, malah saya yang kemana-mana.

Rabu, 25 Juli 2018

Kesempatan Baru, Pelajaran Baru

Photo from here

Bismillahirahmanirrahiim

Susah lama ya dari terakhir menulis disini.
Dan sekarang sudah H-122 menuju akad tapi saya merasa tidak ada apa-apanya, pun tidak punya bekal apa-apa. Akun-akun parenting dan persiapan pernikahan saya coba ikuti dan saya pelajari dengan seminim-minimnya pemahaman. Sedih sih, karena gak bisa sharing langsung. Semenjak pulang ke kampung dari kuliah dan memilih untuk stay dirumah bersama orang tua sebelum akhirnya menikah, mobilitas saya sedikit berkurang. Badan susah sekali diajak berjuang untuk sekedar menempuh jarak mencari komunitas dan kesibukan.

Kamis, 06 Oktober 2016

Pesan Singkat Untuk Kamu

photo from here

Dear,
sayangku.

Dulu, hampir tepat setengah dekade yang lalu, aku selalu memiliki banyak padanan kata yang artinya selalu sama. Entah itu akan menjadi jatuh cinta atau rindu. Tokohnya pun hanya kamu. Tidak ada orang lain.

Dulu, hampir tepat setengah dekade yang lalu, aku benar-benar tergila-gila dengan khayal yang ku buat seperti nyata. Kamu datang padaku dengan perlahan tapi tau persis bagaimana perhitungannya. Sampai pada akhirnya kamu dan aku ada hubungan. Semacam cinta yang tak lagi bertepuk sebelah tangan.

Senin, 22 Agustus 2016

Apa? Bagaimana?



Apa yang kamu lihat dari foto ini?
Bagaimana kau ceritakan ya pada yang lain?



----


Pandeglang, 22 Agustus 2016

Selasa, 16 Agustus 2016

Menunggu di Tapal Batas




Biar batas tetap bersama horizon di ujung pandang mata. 
Biar garis tetap bersama asa-asa yang tiada purna.

--


Balaraja, 16 Agustus 2016

Senin, 15 Agustus 2016

Rindu dan Ruang Waktu

Randomly from google

Aku tidak pernah tau kalau waktu menghantarkan kita sampai waktu yang tak pernah kita sangka. Membawa serta dirimu dalam sepersekian waktu hidupku juga satu yang tak pernah aku kira akan sampai pada titik dimana aku kembali diam-diam merindukanmu.

Doa memang hantaran terindah dikala ruang waktu yang tak lagi berdekatan. Tapi sosok hadirmu disampingku, menemaniku makan, menamaniku berjalan, dan semua masa sampai saat kau memeluk dan menyentuhku sembari mengatakan kalau akulah wanita yang kamu harapkan, adalah saat yang ingin selalu ku ulang-ulang sampai bosan merasa kebosanan karena dirinya sendiri.

***

Serang, 15 Agustus 2016

Minggu, 14 Agustus 2016

Satu dan Dua

pic from here

Satu 

Aku hanya tak bisa memahami, bagaimana bisa jalan yang sudah jauh ini harus berhenti karena waktu yang dirasa tak mau bersabar. Bayang-bayang cahaya hanya menyilaukan aku yang kemudian terpojokkan. Ada banyak hal yang ku tahu salah, tapi masih saja kulakukan. Ada banyak keriyaan dan kemunafikan yang ku tampakkan hingga hati tak bisa lagi bersabar kemudian berontak. Menjeritkan aku ingin segalanya tapi aku lupa, kalau aku tak pernah memberikan apa-apa.


***

Selasa, 01 Desember 2015

[cerpen] Autumn

photo from here

***


“Terimakasih.”
Aku tutup kembali daun pintu yang hanya terbuka tiga kali dalam sehari ini setelah selesai bertransaksi dengan pengantar makanan siap saji. Rasanya tidak mudah hidup dalam waktu yang serba dibatasi deadline yang perlahan membuatku muak. Hah! Tapi kalau tak begini, bagaimana aku hidup? Pilihanku sebagai penulis serabutan memang bukan hal yang mudah diterima, sedang ilmu yang bersarang dikepalaku selama empat tahun kuliah adalah polimer, kimia, organik, kalor dan ... aahh kau tak akan mengerti kadang hidup memang harus seperti ini. Tergelitik? Kalau tidak, kembali lagilah pada pertanyaan bagaimana aku akan bertahan hidup.

Sabtu, 21 November 2015

What's Next??

photo from here

Ada banyak kebiasaan yang kemudian hilang perlahan; menulis, menggambar, dan crafting (walau belum sesering gambar dan menulis). Banyak hal juga yang menjadi pembelajaran untuk saya yang Alhamdulillah sudah selesai kuliah dan officially sarjana dua bulan yang lalu.

Menjadi sarjana memang tidak mudah, tetapi lebih sulit lagi ketika saya sudah sarjana. Apa yang akan saya lakukan selanjutnya? Bekal apa yang sudah persiapkan? Sudahkah saya siap menuju dan melangkahkan kaki di universitas yang sesungguhnya; universitas kehidupan? Apakah saya menjadi karyawan dan merintis karir untuk menjadi menejer? Atau apakah saya menjadi pengusaha yang berusaha merintis dari bawah dan menekuninya hingga saya bisa menjadi seseorang yang dapat memberikan lapang pekerjaan bagi orang lain? Ataukah mungkin menjadi seorang ibu rumah tangga yang mendedikasikan diri sepenuhnya untuk keluarga?

Minggu, 27 September 2015

Ketika Hari Itu Datang

kamu - ayahku

Aku menuliskan ini secara sadar. Disaat pertama kalinya lagi aku merasakan langit mendung kemudian turun hujan begitu derasnya. Pandeglang, 27 September 2015.

Tulisan ini masih menyisakan getaran yang datang dari cerita beberapa hari belakangan ini. Siapapun tahu, bahkan semesta laman ini pun mengerti bahwa kamu adalah sebagian besar inti cerita dibalik kisah-kisah roman didalamnya. Kisah yang mulanya tidak bisa kusampirkan dengan jelas, kisah yang mulanya hanya ada aku dan kamu sampai pada akhirnya menjadi kita (meski belum sesempurna itu). Kisah yang mulanya menceritakan bagaimana aku menyimpan kekaguman tiada henti pada sosok yang selisih usianya bahkan jauh dibawahku. Kisah yang menyiratkan bagaimana aku menyimpan semua sisi romansa dalam bentuk yang sengaja ku fiksikan, agar tidak ada satupun tepat sangka atas rasa yang mulanya ku tutupi dengan rapat. Dan beragam kisah emosional yang sulit kuceritakan secara langsung padamu. Sampai hari ini. Kamu. Inti ceritaku.