Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 September 2014

Inikah?

photo from here

Bukan saja tempat ini yang menjadi sangat menarik untukku meski kosong, untuk helakan nafas barang sejenak. Kursi jajar di sudut taman dengan penerangan lampu kuning diatasnya. Hilir angin mengibas pelan ujung pashminaku, tapi rasanya seperti dihantarkan bisikan yang coba ku tahan hampir delapan puluh enam hari belakangan ini. Bisikan namaku yang coba kamu panggil dengan lembut, mengisyaratkan kasih yang sesak karena dibuahi rindu didalamnya. Senyummu yang terkembang di sela saat kamu sebutkan namaku.

Kamis, 12 Juli 2012

Ini Sekedar Perbincangan Bodoh


photo from here


Aku hanya butuh menina bobokan tubuhku sendiri saat gelap yang memang rasanya semakin pekat. Ketika aku bahkan tak bisa bercengkrama dengan kamu.
Aku kadang hanya butuh bercermin untuk memanjakan muka yang masam sedari kemarin. Bersama kamu yang jenuh mengikuti apa yang aku lakukan terhadap kata dan polahku saat kamu berhadapanku.

Selasa, 28 Februari 2012

Hal Teremeh

photo from here

Saya hanya ingin bercerita satu hal. Ini kecil, sangat kecil, hal yang sangat teramat kecil. Bahkan kamu akan tertawa geli kenapa juga saya sangat berlebihan.

“Udah?” tanyamu.
“Ah, ayo, udah kok.”

Rabu, 22 Februari 2012

Hilang Satu Cangkir Kopi *repost*


Bicaralah meski kamu diwajibkan diam bahkan sampai kecupan terakhirmu pada cangkir putih itu. Aku akan tetap mangamati. Mengamati sampai habis nyaliku untuk sekedar tahu mengapa kamu terus diam dan membiarkan orang lalu lalang di depanku, menyapamu, dan aku masih kamu bekukan. Tidak! Tidak! Aku tidak akan dulu menanyakan kamu, sejak kapan aku melihatmu semakin memikat meski kita sedikitpun tak pernah bertabrakan pandang, lagi. Takdirmu mungkin bukan aku, tapi ini takdirku. Bicaralah! Kalau masih juga enggan untuk bicara, tersenyumlah sedikit ke arahku, atau tak perlu sejauh itu, meliriklah dan sadari aku duduk di depanmu, sekarang, Rani.

Jumat, 17 Februari 2012

Kamu Yang Datang Tiba-Tiba, Tidak Lama Akan Pergi Lagi, Kan?

photo from here

Saya lebih baik memilih tidur sebenarnya, dibanding harus merasakan beberapa hal yang kamu lakukan terhadap saya belakangan ini. Candaanmu mungkin memang selayaknya candaan seorang phlegmatis selayaknya kamu, tapi lain untuk saya yang bisa saja seharian memikirkannya  yang terlanjur bersarang di benak saya dan memacu debar semakin kencang, meracau tenang saya.

Minggu, 12 Februari 2012

Berawal Dari Tanah Pertama Hujan

photo from here
Baiklah. Sebelum liburan saya dengan bangganya membuat berbagai rencana dan target-target supaya liburan gak membosankan. Dan ternyata, bawaan males saya lebih besar godaannya dibandingkan apapun. Ckckc omong doang -_-

Akhirnya, tadi pagi dengan gak sengaja saya posting di group Kiral. (Jadi Kiral ini sebenarnya singkatan dari Komunitas Sastra Analis. Yaaa kegiatannya posting info menulis, sharing artikel tentang menulis, posting karya pribadi, atau sekedar meramaikan dengan postingan yang sebenarnya gak jelas. Kiral ini baru berdiri satu tahun ke belakang kalau gak salah, dan kemarin tanggal 5 Februari 2012, baru dipilih ketua dari Kiral ini, dan kami menyebutnya Jendral.) sepenggal kisah, eh sepenggal puisi, eh bukan juga, apa ya nyebutnya, yaaaa pokonya saya post di Kiral begini:

Selasa, 07 Februari 2012

Ah, Masa Iya Jatuh Cinta?

photo from here
Setidaknya saya mengerti ada yang salah terhadap mimpi yang saya terus bayangkan. Ada yang harus saya perbaiki dari cara saya berinteraksi dengan sebuah bayangan. Yang justru malah mematikan ketika diam dan bermimpi. Seolah enggan untuk kembali terjaga. Begitulah kira-kira.

Selasa, 24 Januari 2012

Hey, You!!

photo from here

Saya mungkin menyukaimu dalam diam yang memikat. Meyibak randu, candu, dan rindu dalam sekat yang masih keras saya jaga. Saya masih tidak mau mengungkap komitmen dan memecahkannya dengan pikir yang keliru, tapi kamu datang begitu kencang mengelus dinding benak saya hampir setiap kali diam.

Jumat, 06 Januari 2012

Short Story About You

photo from here

“Rinai di senja menjingga menggoda kering mengharumkan bebau tanah di siang terik sebelum saat ini. Tapi saya suka. Suka sekali. Bebau tanah itu, seperti membangunkan petang untuk segera menggoda wulan menggandeng gemintang genit di ujung sabitnya, seperti biasa. Seperti malam sebelumnya. Meski nyata tidak nyata, tapi kamu begitu hidup seperti malam siang yang belum enggan Tuhan hentikan.”