Minggu, 09 Oktober 2011

"AKU CINTA BUMIKU" Bukan Hanya Slogan



Apakah manusia pernah tersadar dimana mereka sekarang ini? Sejak lahir manusia bernafas dan melakukan semua aktifitas, kemudian tumbuh, berkembang, dan meninggal, semuanya dilakukan bumi. Bumi menyediakan semua komponen pelengkap hidup manusia (pangan, bahan pembuat pangan atau papan, dan semua unsur yang memeberikan manfaat untuk skala kelompok). Manusia juga tentu membutuhkan semua komponen yang telah tersedia di muka bumi untuk melengkapi kebutuhan hidupnya, mengekslorasi dan menjadikannya sesuatu yang bermanfaat untuk kepentingan pribadi atau semua orang.

Namun tangan-tangan manusia  yang tak bertanggung jawab telah mengindahkan semua peringatan yang dapat menimbulkan sesuatu terjadi diluar batas. Eksplorasi besar-besaran, seperti deforestasi dan pembakaran lahan semakin marak dilakukan tanpa pertimbangan khusus mengenai dampak negatifnya. Hutan menjadi gundul, kemudian terjadi longsor dan banjir. Atau udara kemudian dipenuhi asap tebal yang berimbas pada kesehatan. Selain itu, beberapa kegiatan industri juga menjadi alasan penyebab terjadinya kerusakan lingkungan hidup, seperti Minimnya perhatian terhadap pengolahan limbah hampir disetiap kegiatan industri yang merusak ekosistem tanah, air atau udara, dan akhirnya menimbulkan keresahan tersendiri.

Skala kecil alasan bobroknya kelestarian lingkungan hidup adalah rendahnya kesadaran manusia, melupakan hal sederhana dalam menjaga lingkungan hidup, dan lupa betapa berjasanya bumi terhadap berlangsungnya suatu kehidupan. Manusia mulai terbiasa mengotori lingkungan hidup, membuang sampah sembarangan, dan membuatnya menjadi tidak indah lagi.

Global warming, penggundulan hutan yang semakin keji, dan menggilanya pencemaran udara menimbulkan puncak dampak hampir di setiap pelosok bumi. Keseimbangan alam semakin tidak karuan. Atmosfer tidak lagi dapat menyaring ultraviolet secara maksimal, sedangkan dampak ultraviolet yang berlebihan dapat menyebabkan kanker kulit. Selain itu,  permukaan air laut yang meningkat karena panas bumi yang melelehkan kutub utara dan selatan kemudian menimbulkan banjir, musim kemarau yang panjang dan menyebabkan beberapa wilayah kesulitan air bersih dan kekeringan, kesulitan mencari daerah berudara segar, dan semua ketidakseimbangan yang banyak ditemukan di kehidupan sehari-hari sebagai dampak kerusakan lingkungan hidup.

Lalu mana bukti manusia yang mengaku mencintai bumi? Sebagai manusia yang dibekali akal dan pikiran, tentu beberapa solusi memang sudah direalisasikan untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan sebagai bukti bahwa pernyataan ‘AKU CINTA BUMIKU’ bukan hanya sebagai pernyataan atau suatu slogan blaka, tapi disertakan dengan aksi atau perbuatan. Mulailah menunjukannya dari hal yang paling sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya. Kesadaran mengenai hal tersebut tentu saja sudah ditanamkan sejak kecil. Selain itu, jangan lupa untuk memisahkan sampah berdasarkan sifatnya, organik atau anorganik. Lakukankan manajemen pengolahan sampah yang baik (reuse, reduse, dan recycle), terutama untk sampah anorganik. Mulailah menghemat listrik, menghemat air, atau menghemat BBM.


Peningkatan kesadaran tersebut tentu akan meningkatkan kecintaan terhadap bumi, memicu ingin melakukan pembuktian dalam skala yang lebih besar dan akhirnya bermanfaat untuk semua manusia . Karena hal besar tidak akan terjadi selama hal kecil belum dimulai. Jangan terus meremehkan hal kecil yang akan berdampak besar nantinya. Jadilah sahabat bumi. terus mencintai, melestarikan dan  menjaga keindahan bumi tercinta sebagai sumber segala komponen kehidupan. Buktikan bahwa ‘AKU CINTA BUMIKU’ bukan hanya slogan. Dengan begitu, Bumi akan tetap lestari, indah dan terjaga.

6 komentar:

Awaludin Nandar mengatakan...

Nice wrote..:)
izin Follow y ila

ila mengatakan...

makasi mas :)

silakaaan, dengan senang hati ..

Ayu Abdillah mengatakan...

wah, ini hampir sama kayak posting saya bulan november tahun 2009.. :D

uchank mengatakan...

bener BANGET !!

turuuuuutt ! berperan doain semangat dan konsisten :D

Asop mengatakan...

Terima kasih sudah mengingatkan. Sungguh. :)

ila mengatakan...

cintailah alam kita!! :)