Senin, 04 November 2013

Mimpi - Sejuta Langkah

photo from here

Suatu malam ibu bercerita ringan mengenai mimpi dan sejuta langkah.

Ibu: "Apa kamu punya mimpi, sayang?"

Aku : "Tentu saja, ibu. Mimpiku tak terbatas jumlahnya."

Ibu : (tersenyum) "Coba kau tuliskan pada secarik kertas. Biarkan saja Tuhan yang lebih dulu mengetahuinya. Kau boleh menuliskannya sebanyak mungkin, tapi jangan tinggal diam! Kita terbatas oleh waktu. Kau tahu? Dengan berjalannya waktu, dan seberapa besar usaha juga doamu, kau akan terkejut sudah banyak mimpi yang kau coret."

Aku : "Kenapa harus aku coret, ibu?"

Ibu : "Karena kau sudah meraihnya. Ingatlah juga, nak. Hanya membutuhkan satu detik untuk memutuskan mulai melangkah. Jangan juga kau melupakan ini."

Aku : "Melupakan apa, ibu?"

Ibu : "Disaat kita akan mulai berusaha, memang banyak orang serupa yang sudah berlari mengukir jejak lebih dulu. Ada juga beberapa yang masih belum tergerak untuk sama-sama berjalan, walau harus pelan-pelan. Jangan takut! Belajar saja dengan mereka yang sudah lama berjalan atau paling tidak sudah selangkah lebih maju, dan ajaklah mereka yang belum mau bergerak. Lakukan semua untuk kebaikan. Lakukan semua karena Tuhanmu.”

Aku : "Iya, ibu. Terimakasih."

1 komentar:

Rian Hidayat mengatakan...

yup..
Jangan Hanya jadi Pemimpi..

Kunci tercapainya mimpi ya hanya dengan ACTION (melangkah)..

"Perjalanan Ribuan Mil Tidak akan pernah terjadi tanpa langkah awal mu.."

:-)