Jumat, 20 Januari 2012

Kamis, 19 Januari 2012

Kemarin waktu ada penyambutan wisudawan/ti di kampus, awalnya saya diminta untuk baca puisi sebagai acara selingan. tapi mungkin karena waktu yang terburu-buru akhirnya gak jadi. hehehe tapi ini dua puisi yang saya buat secara kilat sekilat-kilatnya, tanpa mikir. gak tau untung gak tau engga deh hehehe salah satu puisi dibawah ini gak jadi dibaca, malu banget sebenernya kalau bacain, mana ada orang tuanya lagi hhmmm saya belum berpengalaman -_-

photo from here



PUISI PERTAMA

Masih haru berbalut toga menggantung hasilku
Lihat, bu, yah, ini hasil dari peluh letihku
Dalam juang membagi waktu sampai lupa waktu tidur

Bu, yah, bukankah engkau belum sempat kemari?
Inilah ruang kelasku
Ruang amanahmu hingga aku berhasil di batas waktu
Menggenggam yakin sekuat aku mampu,
Dan harus aku mampu..
Ibu atau ayah akan tau,
Anakmu akan sampai di di waktu kini, dimulai dari tempat ini..

Bu, yah, ada sedikit yang ingin kuceritakan,
Ketika letih,
Aku selalu diam, mengadu dalam doa di seperempat malam,
Aku memang sempat lelah, ada rasa ingin menyerah
Tapi aku membuka mata, dan menyapu sudut kamarku..
Bu, yah, gambarmu menggantung disana,
dengan bingkai terindah yang sengaja ku beli
Bersama harapanmu menggantung disudut kamarku
Tersenyum, menyiratkan,
“Hasilmu akan terasa setelah letih kau abaikan, nak..
dengan angan mimpi tertinggimu, gapailah itu”
Ya! Ya! Pasti!
Pasti, yah, bu…
Aku telah habisi, bu, yah, dimuali dari tempat ini,
Hingga sekarang di batas waktu..
Kau lihat?
Baru saja Aku berjalan dengan toga,
bersalaman dengan bapak rector, kemudian kembali ke tempat,
Melirikmu dibelakang, kau tersenyum bahagia,
pelan menghapus haru yang membasahi pipi
Lihatlah ini, bu, yah, anakmu yang baru saja sampai di batas waktu..
Dimulai dari tempat ini..

Aku tahu, walau tak bercerita, ayah atau ibu..
Pasti jauh lebih keras berjuang untuk hasil anakmu..
Aku menyesal, aku sempat lelah dan mengadu pada Tuhan..
Aku menyesal, aku sempat tak yakin..
Padahal selalu ada harapanmu didepan mataku yang harus aku genggam,

Lihat, bu, yah!
Tapi ku buktikan!
Ini hasil anakmu!
Sekali lagi ku ulangi,
Lihatlah, aku berjalan serasa melayang memakai toga,
baru saja kembali dari bersalaman dengan bapak rector,
melirikmu dengan kembang senyum terbahagiaku..
Engkau juga bahagia bukan?
bahkan pasti engkau lebih bahagia dariku..


PUISI KE DUA

Aku berdiri dengan toga menggenggam masa impianku
Bersama tangis bunda dan keyakinan ayah menyaksikan
Dan Hari ini adalah ketika mula kembang sampai
mekar indah Bersama tawa bahagia

aku menyaksikan, diam melagu,kemudian bulir menitik haru
keras bersama peluh, aku tak peduli, ketika itu
karena nyawa bergelut dengan juang,
berhasil akan tanpa batas, begitu keyakinanku..
di tempat ini, ditempay ini sahabat, dimana semua merayu untuk terus mengina satu kata
memadu biduan candu juang, beradu nyali
sampai batas masa..
tuhan pasti tahu akan waktu, tenang saja..
kamu sampai, kemudian beralih..

 satu lagi sahabat,
lembut bersama tawa, kau resap sampai tak terhingga
menggrayangi, menitikberatkan,
hey, aku keluargamu!
Kau lelah? Aku ada
Keluh kesahmu? Berbagilah
Satu sampai habis kita mulai bersama kemudian berakhir dengan waktu tak terduga, di tempat ini..
Kamu adalah aku
Dan aku adalah kamu,
Selalu berbagi hingga luntur letih dalam juang, sahabat
Kau sahabatku, sampai batas masa..
Tuhan selalu tahu akan waktu..
Jangan menerka, bahagialah terus karena kita akan terus berbagi
Dimulai dari tempat ini..

Jangan habisi tawa hari ini, sahabat
Berbekallah haru ayah ibu,
Yakin lagi akan mimpi,
Siapa sangka?
masih akan lebih berhasil dengan mimpi sampai dibatas masa
tuhan tahu akan waktu..
berjuang untuk sampai titik akhir

7 komentar:

Kampung Karya mengatakan...

bikin kilat aja udah lumayan oke tuh..

blogwalking malem

Nur Novilina A. (NIM: 21080110130047) mengatakan...

manteep la, apalagi yg pertama

Mine and Me mengatakan...

kalau puisinya diterawang *halah*
dari mata saya maksudnya...

keren...apalagi dalam wktu singkat...
hadowh... bkinin sy juga puisi dong... hehehe

Lia mengatakan...

si jawa pake nim, buseett -___-

bagus la, gue suka yg pertama. haha.

ila mengatakan...

@kampung karya: terimakasih sudah mampir :)

@ka jaw: prikitiw macih ka jaw :*

@mine and me: boleh boleh tapi bayar yaaa :D

@ka amal: hahaha biar eksis kali, ka, kan jadi ketauan mahasiswanya hahaha #apaadeehh

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

wow...terkejut saya, bikin kilat ajh hasilny seperti itu, bagaimana yg serius yh ? :-D

ila mengatakan...

aaahh, mas, itu aku kilatnya tuh sejam-dua jam hahaha itu waktu paling kilat menurutku :D