Tampilkan postingan dengan label Raynar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Raynar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2011

"Kamu! Ya, kamu, Raynar!"

photo from here

Seseorang pasti akan membenci saya ketika saya mulai menceritakan judul ini dan menuturkan alurnya. Entah apa yang salah dalam diri saya, meski saya begitu gila waktu-waktu lalu karena kamu. Hampir semua tema tulisan dan tema cerita saya tentang kamu dan kerinduan saya tentang kamu. Kamu hampir mendominasi setiap sisa waktu kosong yang saya punya. Kamu mengotoritasi semuanya, hingga saya lemah dan berpikir harus membenci dan menggantikan kamu segera dengan seseorang yang Tuhan titipkan untukku.

Sebagaimanapun saya menyayangi kamu, sebagaimanapun sulitnya kamu saya lupakan, tapi ketika Raynar menghubungi saya atau menanyakan kabar saya, walau via pesan singkat, ketika saya dan Raynar harus dalam satu tempat, ketika semua sahabat menggoda saya dengannya (karena kita pernah jadian), semua tentang kamu bisa hilang seketika. Dan bayangan berubah menjadi raynar. Saya tahu ini hanya sememtara, tapi cukup mengganggu.

Selasa, 30 Agustus 2011

First Love


Cinta pertama.

Padahal Cuma dua kata, tapi panjangnya gak sebatas dua kata atau sejumlah dua belas aksara. Saya mungkin salah satu yang percaya cinta pertama gak pernah mati. Hoho mungkin bahasanya bukan ‘gak’ tapi belum. Apa emang gak akan mati ya?

Ini cerita, mulanya sejak saya kelas delapan. Yap! Jaman SMP, kira-kira tahun dua ribu enam. Saya suka sama … hmmm sebut saja Raynar, kurang lebih satu tahunan. Saya gak pernah cerita sama siapapun tentang ini. Dan ternyata dia juga suka sama saya dengan kurun waktu yang hampir sama. Akhirnya tahun dua ribu tujuh bulan dua hari ke dua, kita resmi jadian. Ini pertama kalinya saya suka sama orang, memendamnya sendiri, dan ternyata dia balik suka, bahkan berani untuk ‘menjaga’ saya. yaaaa … walau emang kilasan anak SMP, yang katanya Cuma cinta monyet.