Minggu, 30 September 2018

Tangan Kreatif Desa

Bismillahirrahmanirrahiim

Ya Allah masuk minggu terakhir di kelas materikulasi Institut Ibu Profesional. Saya gak tau akan lulus apa tidak. Semoga saja bisa lulus dan ilmu menjadi jauuuuuhhh lebih berkurang.

Dari NHW1 sampai 9 ini saya merasakan beberapa hal menjadi lebih baik, terutama di rutinitas saya. Alhamdulillah. Karena mungkin malu dengan lembar yang sudah dibuat sendiri.

Di NHW 9 ini persis sekali seperti apa yang sebenarnya saya ingin lakukan, tapi saya tidak tau harus bagaimana memulainya. Karena masih banyak persiapan yang harus saya miliki untuk bisa memulai dan menjadi pengaruh untuk lebih baik.

Kalau melihat bagaimana minat saya dan latar belakang saya sebagai teknik lingkungan, sebenarnya ada beberapa hal yang mungkin bisa dipraktekan dan menjadi jaaauuuuuhhhh lebih bermanfaat karena selain bisa menjadi pribadi lebih baik, tentu saja bisa membawa kebaikan bagi kelestarian. Aamiin aamiin

Pertama-tama saya memiliki ketertarikan dalam crafting dan menggambar. Alhamdulillah Allah berikan kesempatan untuk belajar secara mandiri untuk dua hal ini. Disamping minat tersebut, saya menyadari beberapa hal yang sebenarnya bisa mendukung yaitu saya suka mengajar, komunikasi saya untuk hal-hal seperti ini lebih baik, tapi kalau untuk basa basi duh jangan ditanya. Payah! Hehee

Lalu apa hububgannya dengan latar belakang pendidikan sayasaya?
Nah, ini bahasan kedua. Saya sebenarnya cenderung menyukai barang-barang bekas yang masih layak untuk dipakai. Seperti kardus-kardus, botol-botol, kaleng. Dengan minat dan ketertarikan saya di crafting sepertinya saya bisa mengembangkan barang-barang tersebut menjadi cantik dan lebih berwarna dan bernilai ekonomis.

Masya Allah, ini bayangan saya kemana-mana jadinya. Semoga bukan hanya bayang-bayang.

Melihat lingkungan sekitar yang masih berada di perkampungan dengan masyarakat ekomoni menengah kebawah, sampah yang dihasilkan masih banyak berupa plastik dan organik dari dapur. Dan masih banyak juga yang buang sampah sembarangan. Sedih lihatnya.

Nah, yang saya ingin sasar adalah ibu-ibu dan remaja di masyarakat sekitar untuk sadar terhadap lingkungan, berpikir kreatif dan malu untuk buang sampah sembarangan. Masya Allah.

Semoga Allah memudahkan niat saya untuk sampai pada titik membuat inisiasi Tangan Kreatif Desa. Aamiin aamiin aamiin

Tidak ada komentar: