Rabu, 10 April 2013

Kamu dan Mereka


“Berada di tengah kalian belakangan ini, membikin saya merasa … merasa … merasa seperti memasuki rumah baru dengan anggota keluarga baru.”

Entah bagaimana pada awalnya, mungkin sesuatu yang dipaksakan itu tidak selalu menjadi hal yang buruk pada akhirnya. Sahabat Litbang tercinta. Sahabat PSDM HMTL tersayang. Dan sahabat seumur hidup terkasih. 
Hari ulang tahun kemarin membuat saya berpikir, sudah saatnya saya memberikan sesuatu untuk orang lain. Saya diciptakan untuk orang lain dan kemudian kembali padaNya. Kalau pada akhirnya saya tidak memberikan apa-apa pada kalian semua, terus-terusan saya akan merasa bersalah. Betapa kalian selalu membuat hal kecil yang begitu berarti untuk saya, tapi sebaliknya dengan saya.

Entah seperti ada sesuatu yang menahan untuk melakukan hal-hal sederhana yang saya tahu jelas, memiliki arti yang besar untuk orang lain. Saya selalu bingung harus melakukan apa agar orang lain nyaman dan merasa bahwa saya ada untuk mereka. Kalau hanya masalah kata, jelas saya bisa saja menjabarkannya panjang lebar. Tapi orang lain hanya butuh bukti tentang apa yang kita rasa, tentang apa yang kita maksudkan.

Hal ini juga yang kamu ajarkan terus-terusan. Hal kecil yang selalu kamu tunjukkan dan  membuat saya bingung, apa yang harus saya lakukan atas apa yang sudah kamu berikan? Walau saya sudah tau jelas kamu pasti menjawab, “Ini lho yang aku maksud.” Atau “Lakuin aja yang menurut kamu baik untuk orang lain.”
Kamu benar-benar mengajarkan saya untuk tidak egois dan peka terhadap sesuatu yang kecil, bahkan sampai sobekan kecil tissue yang tercecer. Kamu yang mengajarkan saya untuk menghargai orang lain, dan menunjukan sikap yang orang lain inginkan agar mereka merasa dihargai. Tapi prosesnya entah mengapa begitu lama? Hal-hal kecil yang kamu coba latih kepada saya, entah mengapa begitu lama saya terapkan?

Tapi, atas dasar pelatihanmu terhadap saya, saya sadar, saya terlahir bukan untuk saya sendiri. Saya terlahir untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Saya terlahir untuk orang lain, entah itu yang membutuhkan saya atau yang belum membutuhkan saya. saya harus menjadi pribadi yang lebih peka dan tidak egois, menjadi pribadi yang lebih baik untukNya, untuk kamu, dan untuk mereka.

Kalian, terimakasih sudah menjadi bagian yang mengisi ruang kosong yang sampai kemarin belum terisi. Pasukan litbang tercinta. Pasukan PSDM tersayang.

Terutama kamu, terima kasih sudah menjadi orang yang tidak egois. Terimakasih sudah mengasihi saya. Terimakasih untuk menjadi bagian yang terbaik bagi saya. I love you..

PSDM tersayang :)
[atas ki-ka : elda, mia, arga, alan-kadept, hamdisyar, ferry]
[bawah ki-ka : diken, bytta, diah, saya, lira, dora]
Sayang banget kurang Eka

Kamu terkasih :) :)

NB: foto litbangnya gak ada :(

2 komentar:

Annesya mengatakan...

ya ampyun fotonya yg terakhir... ga kuat... ahak ahak :D

eh lay out kamu bagus bgt aku ngiler deh...

ila mengatakan...

ahahaaa itu temenku yang potoin (malu deh sumpah)