Jumat, 07 Desember 2012

Sedikit Harapan Saya Tentang UNDIP


Saya bukan mengerti betul bagaimana keadaan UNDIP sekarang. Tapi yang jelas saya hanya tidak mau kalau seadainya yang terpilih nanti maju dan berada di mimbar kampanye, berceloteh a i u e o lalululeloo, hanya sebatas membawa kepentingan golongan, karena kebutuhan golongannya. Saya memang tidak mengerti apa-apa mengenai pergerakan golongan, tapi saya mengamati. Walau hanya satu pergerakan yang benar mencuat tinggi di permukaan. Karena sayangnya, ketika saya bertanya mengapa seolah tabu? Mereka menyembunyikan penjelasan itu dari saya. saya juga sama seperti mereka yang tau segalanya, saya sama-sama mahasiswa UNDIP yang ingin UNDIP-nya lebih baik. Kalaupun pandangan saya salah, ya tolong luruskan. Saya juga tidak memihak, hanya saja pihak lain berkata lain. Dan katanya itu yang membuat internal ini terombang-ambing. Saya benar tidak perduli siapa yang terpilih nanti, tapi saya sangat perduli UNDIP saya bisa seperti universitas lainnya yang bisa menciptakan pergerakan nasional atau bahkan internasional.


Saya juga tidak tahu, mana yang benar bisa, mana yang hanya sebatas ‘jabatan tanpa hati nurani’. Saya hanya ingin pemimpin saya berdiri di singgasana kepresidenan sana bukan karena ambisi pribadi atau bahkan ambisi golongan yang anda angkat. Kalaupun memang iya ambisi pribadi, bawalah UNDIP ini menjadi universitas yang sama-sama dipandang. Bicaralah apa adanya, jangan mengatakan apa yang tidak pernah ada, jangan terlalu mengada-ngada, jangan terlalu banyak bicara dan mengumbar lala lili lulu tapi diam saja menopang kaki dan melipat tangan dalam saku.

Saya suka sekali berorganisasi sebenarnya, tapi kalau organisasi seperti yang saya gambarkan diatas? Cih! Omongan belaka! Kamuflase politik! Oke, maaf sebelumnya, saya memang tidak mengerti masalah ini lebih banyak dari siapapun, ini hanya sebatas pandangan saya, si anak bawang yang ditirikan.

Saya juga tidak masalah sebenarnya dengan latar belakang siapapun pemimpin terpilih nanti, latar belakang seperti apa yang pernah mereka buat. Tapi tolong, tolonglah, berlaku benar. ketika terpilih, yasudah, lepas golongannya, lepas kepentingan pribadinya. Tolonglah anda disana bukan untuk anda atau golongan anda, tapi untuk UNDIP anda! fakultas anda! Jurusan anda! Tak perlulah dulu untuk Indonesia kalau pondasi yang kita punya saja masih terombang-ambing tidak jelas!

Tidak apa-apa kalaupun begitu juga, saya tetap menghargai sebagiamana adanya anda sebagai pemimpin terpilih nanti. Tapi apa tidak malu ketika keluar nanti? Banyak yang sudah diubah dan berubah, tapi anda masih saja sempat tweet galau seperti anak SMA.

Maaf sejuta maaf, saya memang tidak mengerti apa-apa. Saya hanya ingin membantu UNDIP saya tidak menjadi sarang penyamun. Saya hanya ingin UNDIP saya bukan lagi UNDIP yang stagnan. saya juga mohon maaf sebelumnya, saya memang tidak banyak berkarya, saya juga tidak banyak menginspirasi, bahkan saya bukan salah satu yang bisa dijadikan contoh.
Tapi bolehkah saya berharap seperti apa pemimpin UNDIP nantinya??

5 komentar:

IrmaSenja mengatakan...

Tentu saja mba,...peliharalah harapan2 yg baik.

dan wujudkan :)

Annesya mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Annesya mengatakan...

iya ila, betul setuju sama pendapat kamu... saya sering berpendapat sama

ngomong-ngomong lay out blogmu bagus sekali aku pengen

Annesya mengatakan...

ila, sudah ada lanjutan MASIHKAH loh :)

Annesya mengatakan...

ayo ayo masih panjang nih lanjutan MASIHKAH :D