Rabu, 10 Agustus 2011

Sadam



Masih ada sarana yang memungkinkan saya untuk menceritakan apa yang saya simpan sendiri tentang kamu, Sadam. Tentang kamu, pria bertubuh tinggi, kurus, berkulit gelap dan berkacamata coklat. Tentang kamu yang resmi mulai bersama saya di tanggal kesebelas bulan sepuluh tiga tahun yang lalu. Tentang kamu yang menorehkan banyak bahagia untuk saya. Tentang kamu yang banyak menorehkan luka untuk saya. Tentang kamu yang lebih dulu mengenal life must go on setelas saya dengan bodohnya melepas kamu. Tentang kamu yang mungkin masih mencintai saya dengan segala keengganan kita untuk bersama lagi.

Sekarang, setelah kamu berhasil melepas saya dan pergi jauh lebih rela, kosong itu selalu kamu yang saya harap datang mengisi.

Sekarang juga, setelah saya mengutuki diri sendiri tentang kamu, masihkah boleh saya bertanya bagaimana kabarmu? Bagaimana dengan pekerjaanmu? Apa yang kamu lakukan jika mungkin saja kamu merindukan saya? apa yang kamu lakukan jika kamu merasa kosong?

Kenyataannya memang harus seperti ini, saya atau kamu sama-sama menyimpan semuanya sendiri walau harus ‘terkesan’ munafik.

Menggelikan sebenarnya. Tapi, entahlah, sekali lagi bagaimana bisa saya mengerti tentang apa yang saya rasa? Atau ini Cuma perasaan sesaat yang datang karena minimnya yang harus saya lakukan di masa liburan sebelum masuk kuliah ini? hhmmmm

Tidak ada komentar: