Minggu, 19 Oktober 2014

Me and Fashion Design

photo from here

Haaa, rasanya senang sekali bisa menyempatkan diri lagi untuk bisa berbincang (monolog) dengan blog tercinta. Saya pikir setelah bergantinya tag line  baru akan meningkatkan jumlah tulisan yang mungkin bisa orang lain baca, meski isinya hanya sebatas curcol. Hihii
Tapi kali ini sebenarnya saya ingin bercerita satu hal tentang mimpi terbesar saya selain menjadi guru TK, yaitu perancang busana. Fashio designer, dear! Oh God, betapa besarnya keinginan saya ini. Sebelum beberapa bulan kebelakang, sempat lah hilang keinginan ini, sekarang semakin menggebu lagi. Walau kemampuan masih sangat terbatas dan masih malas membaca. Huft!


Tapi saya rasa ini aneh. Sangat aneh! Asal tahu saja, saya ini mahasiswi tingkat empat jurusan Teknik Lingkungan. TEKNIK. Baiklah, saya tekankan besar-besar kalau saya ini adalah salah satu dari bagian fakultas yang orang anggap ‘keras’. Tapi bukan lembaga konsultan yang saya inginkan nantinya setelah saya beberapa tahun lulus, melaikan butik dengan brand nama saya sendiri. Kenapa beberapa tahun setelah saya lulus? Ya tentu saja setelah tabungan yang saya miliki sudah dirasa cukup untuk menikah dan mengumpulkan modal usaha. Hahaha menikaahhh ....
Oh ya, dan tentu saja setelah saya merasa cukup layak dengan memasarkan brand tercinta ituuuu. Ah Allah, mudahkanlah keinginan saya ini. Hiks.

Butik. Saya tarik kesimpulan bahwa sama dengan menggambar dan menjahit, tentu saja apabila itu saya lakukan untuk brand saya sendiri. Hmm teknik memang ada menggambar dan desain. Oh tentu saja, dan mata kuliah tersebut sama sekali tidak mudah. Dan tentu saja bukan PAKAIAN, melainkan TPA, drainase, saluran buangan, saluran air minum, dan lain sabagainya. Dan tahun ini saya harus bisa meningkatkan kemampuan dan kualitas gambar saya, belajar menjahit, dan membayangkan betapa sulitnya nanti memenejemenkan semuanya. Semua harus sudah dimulai, Ila. Genbatte!!

Oke. Saya teringat keinginan atau targer terbesar sahabat tercinta bahwa tahun ini sudah harus bisa pergi ke suatu tempat indah, dimana mereka akan melihat keindahan alam; pantai, gunung, laut, dan lain sebagainya. Mereka dengan yakin menempelkannya di dinding kamar. Uuh saya iri sebenarnya. Saya pun sama, saya ingin menjelajah keindahan beberapa bagian di Jawa ini. Lautnya, gunungnya, pantainya, semuanya. Sayangnya saya tidak memiliki keinginan sebesar mereka, yang saya inginkan hanya ingin mengambil kesempatan untuk mengikuti sekolah menjahit. Dressmaking school lebih tepatnya.
Sayangnya, biaya untuk dressmaking school tidak murah, untuk beberapa kali pertemuan dalam satu bulan bisa mencapai minimal 250 ribu. Itu saja masih belajar mengenai menjahit dasar. Yaa walaupun seharusnya saya bisa memulai dengan itu. Yang saya inginkan juga sebenarnya bagaimana saya meningkatkan kualitas gambar agar bisa didefinisikan ke penjahit. Agar suatu ketika saya harus mendesai pakaian pengantin saya sendiri, penjahit bisa dengan mudah memahami maksud gambarnya. Selain itu pun, mengapa saya mengambil maksud untuk kursus di dressmaking school hanya karena saya ingin menghasilkan gaun-gaun cantik yang syar’i.
Saya ingin menjadi desaigner, Ya Allah. Sangat ingin! Mudahkanlah jalan saya. Lancarkanlah segala liku yang mungkin menjadi penghambat. Yakinkanlah saya bahwa ini akan menjadi berkah dan salah satu ibadah yang saya lakukan untukMu. aamiin


Tidak ada komentar: