Selasa, 24 April 2012

Apa Menangis Harus Selalu Beralasan?

photo from here

“Mata kamu kenapa?”

“Aku hanya membasuhnya dengan air.”

“Air mata maksudmu?”

“Tentu saja. Lalu apa lagi yang membuat mata hingga sedemikian ini?”

“Kenapa?”

“Apa menangis harus selalu beralasan?”


“Tentu saja.”

“Kenapa?”

“Kenapa balik tanya?”

“Aku hanya meluapkan apa yang tertahan di dada. Itu saja.”

“Apa yang menahan?”

“Apa semua harus karena beberapa hal?”

“Aku tak abis pikir bagaimana seseorang seperti kamu bisa sedemikian begini?”

“Karena itu rasakan.”

“Apanya?”

“Semua tak selalu akan habis pikir oleh pikirmu. Ada saat kamu akan merasa dan dirasa.”

“Itu terlalu lucu bagiku.”

“Jangan bergurau.”

“Aku tak bergurau.”

Aku tersenyum mengakhiri pembicaraan.

2 komentar:

Awaludin Nandar mengatakan...

Yah karena terkadang ada sesuatu yg tak memang tak bs diungkapkan lewat sebuah kata.
I like this pos ila,semangat terus yah buat nulisnya :)

ila mengatakan...

setuju bangeet :D
Hehe makasih ka awal :)