Sabtu, 03 Maret 2012

Terkadang Hanya Butuh Seperti Ini

photo from here

Tanpa kata.

Bungkam dalam kelu.

Buncah dalam gebu.


Tanpa tergesa mengeja.

Tuhan tahu rasa selalu.

8 komentar:

Mine and Me mengatakan...

aku butuh baca berkali-kali puisi ini supaya paham...

nice ^_^

Gloria Putri mengatakan...

aduh....aq lg lemoth....ini postingannya ttg apa?

Kampung Karya mengatakan...

baris terakhir kalau versi saya sangat dramatis kaya gini "Tuhan tahu rasa ngilu itu"

hehe.. puisi yang indah mbk.

ila mengatakan...

@me and mine: hehehe padahal pendek ya, tapi susah dimengerti. makasih mba udah mampir :)

@mba glo: hehee intinya sih aku punya banyak rasa yang gak bisa aku tulisin tapi tuhan pasti selalu tahu..

@kampung karya: hhmm bisa bisa :D hehe makasih banyak

Andy mengatakan...

apa pun perasaan kamu & nanti mau itu baik & kurang baik harus dinikmati aja dengan senyuman karena inilah hidup penuh warna & rasa

ila mengatakan...

@andy. Iya, bener banget. Ini justru karena campur aduknya perasaan aku, dan aku cuma gak bisa jabarin lewat cerita yang banyak :)

Annesya mengatakan...

hoh... komennya Andy tuh bikin saya pusing dan ga konsen mau komen apa...

intinya ya ila... aku suka puisi ini. segalau apapun yg penting terus berkarya :D

ila mengatakan...

hohoho bisa gak konsen gitu sih mba? ada-ada aja :D
but, makasih banyak mba annesya cyantiq ehe